NADIKABAR.COM — Kubu Paku Buwono (PB) XIV Purbaya merespons adanya upacara adat Jumenengan PB XIV Mangkubumi. Pengageng Sasana Wilapa Paku Buwono XIV Purbaya, GKR Penambahan Timoer Rumbay, menyebut bahwa acara tersebut merupakan upacara adat untuk dokumentasi revitalisasi Keraton Solo.

"Kalau menurut saya, kemungkinan acara itu adalah revitalisasi upacara adat untuk dokumentasi Kementerian Kebudayaan," katanya ditemui di Talang Paten, Keraton Solo, Sabtu (5/9/2026) malam.

Ditanya mengenai maksud pernyataannya, Rumbay mengatakan bahwa hal tersebut sesuai dengan SK yang diterima oleh Lembaga Dewan Adat (LDA).

"Sesuai dengan SK yang didapatkan Lembaga Dewan Adat, memang mereka merevitalisasi bangunan serta upacara-upacara adat. Kemungkinan itu tujuannya," ucapnya.

Di sisi lain, Rumbay mengaku juga Paku Buwono XIV Purbaya menerima kunjungan dari Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN). Ia mengatakan, pertemuan yang berlangsung 1,5 jam itu untuk bersilaturahmi.

"Ini adalah silaturahmi dari raja-raja yang tergabung dalam MAKN (Majelis Adat Kerajaan Nusantara). Beliau-beliau ini sebenarnya sudah ingin bersilaturahmi kemari dari tadi siang untuk menjalin silaturahmi, karena sejak zaman Paku Buwono XIII beliau juga sudah tahu dan mengenal Bapak Paku Buwono XIII," ungkapnya.

"Banyak yang kita bicarakan, tim redaksi lain bagaimana kelanjutan dan nasib kerajaan-kerajaan Nusantara, termasuk juga dengan MoU yang kemarin kami buat di Komisi Yudisial sebagai permulaan. Ini kali pertama kerajaan di Indonesia yang melakukan MoU dengan Komisi Yudisial, yang kami juga ingin itu akan berkelanjutan dan menjadi percontohan bagi kerajaan di Nusantara," tuturnya.

Di kesempatan yang sama, Sekjen MAKN, Raden Ayu (RA) Yani Wage Sulistyowati Kuswodijoyo, mengatakan bahwa pertemuan dengan Paku Buwono XIV Purbaya sebagai bentuk silaturahmi. Ia mengatakan bahwa siang tadi sudah datang ke acara Paku Buwono XIV Mangkubumi.