"Enak banget! Rasanya sama enaknya dengan soto ayam yang biasa saya makan di Indonesia," ujar Ajil.
Istri Wiknjo kemudian menyuguhkan sup ayam khas Guangdong kepada Ajil. Dia menilai sup tersebut memiliki cita rasa gurih dengan sedikit sentuhan manis, berbeda dari sup ayam yang biasa ditemuinya di Indonesia.
"Rasanya gurih, sedikit manis. Memang berbeda dengan sup ayam di Indonesia, tapi keduanya sama-sama enak," kata dia.
Kehadiran kedua hidangan tersebut menggambarkan pertemuan tradisi kuliner dari dua wilayah yang memiliki karakter rasa berbeda. Melalui restoran itu, pengunjung tidak hanya menikmati makanan, tetapi, juga berkesempatan mengenal budaya Indonesia dan China dalam suasana yang sama.