NADIKABAR.COM — Takashi Yamazaki berhasil kembali membawa teror kaiju ke layar lebar lewat Godzilla Minus Zero. Ia membuktikan masih mampu mengeksekusi visual sekuel yang nyaris tanpa cela untuk memenuhi ekspektasi penonton.

Setelah sukses menyabet Piala Oscar melalui Godzilla Minus One, ekspektasi yang tinggi mampu dijawab Yamazaki lewat visual sekuel yang paripurna.

Menggandeng sinematografer Kōzō Shibasaki, Yamazaki jelas mengoptimalkan penuh format IMAX untuk film ini. Kamera konsisten berada di sudut pandang permukaan tanah, memaksa penonton mendongak turut merasakan dan menyaksikan betapa kecilnya manusia di bawah pijakan kaiju.

Sinyal kuat untuk kembali memboyong nominasi Oscar dari departemen gambar dan tata suara sudah tercium tajam sejak menit-menit awal film ini diputar.

Tangan dingin Yamazaki bersama supervisor efek visual Takayuki Ueki dan Kiyoko Shibuya menolak kompromi dengan CGI instan murahan. Monster mereka hidup. Ada bobot daging, tulang, dan skala kehancuran yang dilipatgandakan dua kali lipat dibanding film pertama.

Bintang utamanya kali ini jatuh pada King Ghidorah. Naga berkepala tiga ini merayap masuk membawa teror absolut, merangkai transformasi memikat hingga menjelma jadi entitas yang luar biasa perkasa.