NADIKABAR.COM — Kawasan lintasan jogging track di luar benteng Stadion Kompleks Olahraga Dadaha, Kota Tasikmalaya, mulai disterilkan dari aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) pada Rabu (26/8/2026). Langkah ini diambil Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya untuk mengembalikan fungsi area tersebut sebagai sarana olahraga yang bersih, aman, dan nyaman.

Pantauan di lokasi menunjukkan tidak ada lagi pedagang yang menggelar lapak di seputaran lintasan lari tersebut. Sejumlah pedagang terlihat kooperatif dengan membongkar dan mengangkut material lapak mereka secara mandiri, mengikuti batas waktu pengosongan yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Ketua Tim Penataan Jogging Track Dadaha sekaligus Asisten Daerah (Asda) III Pemkot Tasikmalaya, Asep Maman Permana, menyatakan bahwa penertiban ini merupakan bagian dari rencana besar penataan kawasan Dadaha seluas 15 hektar.

"Untuk tahap pertama, kita fokus pada penataan lokasi jogging track. Sudah beberapa minggu kami melakukan mapping dan pendataan. Mulai hari ini, sesuai surat yang dilayangkan ke PKL, tidak ada lagi dan tidak boleh ada pedagang yang berjualan di seputaran jogging track," ujar Asep Maman.

Asep menambahkan, saat ini pihaknya memprioritaskan pengawasan agar area tersebut tetap steril. Ia mengapresiasi sikap pedagang yang bersedia membongkar lapaknya sendiri. Menurutnya, hal ini merupakan hasil dari pendekatan komunikasi informal yang telah dilakukan selama hampir dua bulan terakhir.