NADIKABAR.COM — Pemerintah menargetkan pengembangan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), seluas 2.000 hektare. Pengembangan tahap I seluas 616 hektare diselesaikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan dilanjutkan tahap II seluas 751 hektare.

"Pengembangan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional di Rote Ndao juga merupakan bagian dari pemerataan pembangunan di NTT. Program prioritas ini diharapkan memberikan efek pertumbuhan ekonomi, penyediaan lapangan kerja, serta pengentasan kemiskinan di kawasan tersebut," kata Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari dalam konferensi pers di kantor Bakom RI, Jakarta Pusat, Rabu (2/92026).

Qodari mengatakan pengembangan kawasan seluas 2.000 hektare tersebut dilaksanakan KKP melalui skema kerja sama pemanfaatan lahan milik masyarakat. Masyarakat akan memperoleh manfaat ekonomi lewat bagi hasil pemanfaatan lahan.

Saat ini, KKP tengah melakukan uji coba produksi pada lahan seluas 616 hektare dengan target panen perdana pada November 2026.