NADIKABAR.COM β€” Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha, dan Komersial PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) Arif Haendra mengatakan Indonesia berpotensi menghemat devisa sekitar Rp7 triliun–Rp9 triliun per tahun melalui hilirisasi bauksit.

β€œSekarang dengan memiliki sendiri alumina maka kita tidak perlu impor. Itu sudah menghemat devisa kurang lebih Rp7 triliun sampai Rp9 triliun gitu ya. Dengan Inalum sudah tidak mengimpor alumina,” kata Arif dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu.

Inalum, anggota holding pertambangan MIND ID, kini dapat memenuhi kebutuhan alumina dari produksi dalam negeri akibat hilirisasi bauksit. Sebelumnya, kebutuhan bahan baku untuk mendukung produksi aluminium perusahaan masih bergantung pada pasokan impor.

Ketersediaan alumina domestik tersebut merupakan hasil pengembangan rantai industri yang menghubungkan penambangan bauksit, pemurnian menjadi alumina, hingga pengolahan lebih lanjut menjadi aluminium.