NADIKABAR.COM β€” Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah terus mencermati berbagai tantangan atau hambatan nontarif (non-tariff barrier) pada komoditas-komoditas perkebunan dan kehutanan Indonesia.

β€œDari segi perkebunan dan kehutanan, kita lihat non-tariff barrier dari Eropa juga jalan, yang mereka sebut sebagai EUDR (Peraturan Uni Eropa tentang Deforestasi). EUDR ini mundur lagi ke tahun depan, jadi tekanan internasional juga memundurkan implementasi dari EUDR,” kata Menko Airlangga di Jakarta, Selasa.

Lebih lanjut, ia mengatakan kebijakan lainnya yang berpotensi menjadi tantangan bagi Indonesia adalah Mekanisme Penyesuaian Perbatasan Karbon (CBAM), yang merupakan pajak karbon lintas batas yang diterapkan Uni Eropa untuk produk impor dengan emisi tinggi.

β€œNah, CBAM ini juga akan dikenakan terhadap industri-industri yang nilai karbonnya relatif tinggi, atau industri yang listriknya bukan berasal dari green energy. Ini juga salah satu bentuk daripada trade barrier yang didorong oleh negara-negara Eropa,” ujar Airlangga.