NADIKABAR.COM — Pemerintah Indonesia bersama pemerintah Australia memperkuat kerja sama bidang strategis, khususnya di bidang keimigrasian.

Dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Dalam Negeri Australia, di Jakarta, Jumat (23/10), Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan RI Yusril Ihza Mahendra menyampaikan kedua negara memandang pentingnya koordinasi yang berkelanjutan dalam menghadapi dinamika pergerakan manusia lintas negara sekaligus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kejahatan transnasional.

"Melalui kerja sama antarlembaga, kedua negara diharapkan dapat meningkatkan pertukaran informasi, koordinasi, serta langkah-langkah penanganan yang efektif," ungkap Yusril, seperti dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Dalam kesempatan yang sama, Indonesia dan Australia juga membicarakan penguatan kerja sama dalam penanggulangan kejahatan penipuan daring lintas negara.

Disebutkan bahwa persoalan tersebut menjadi perhatian bersama mengingat semakin kompleksnya modus kejahatan yang melibatkan jaringan lintas negara.

Yusril menyampaikan apresiasi atas komitmen pemerintah Australia dalam membangun dan menjaga hubungan bilateral dengan Indonesia.

Ia menekankan pentingnya mempertahankan hubungan baik yang telah terjalin sebagai landasan untuk memperluas kolaborasi ke depan.

"Indonesia dan Australia telah membangun hubungan bilateral yang sangat baik selama ini. Kami berharap kerja sama yang dilandasi rasa saling percaya dan saling menghormati ini dapat terus diperkuat," ucap dia.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke menyampaikan pandangan positif terhadap perkembangan hubungan kedua negara.

Dia mengapresiasi kerja sama antarlembaga serta kepercayaan yang terus tumbuh melalui komunikasi dan koordinasi yang erat antara jajaran pemerintah Indonesia dan Australia.

"Kerja sama antara lembaga-lembaga kita terus berkembang. Hubungan dan kepercayaan di antara kedua negara telah memberikan perbedaan yang nyata melalui lembaga dan staf kita yang saling bekerja sama," ungkap Burke.

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan kedua negara sekaligus memperkuat kerja sama strategis yang selama ini telah terjalin dengan baik.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak menyampaikan apresiasi terhadap hubungan kerja sama yang telah terbangun secara positif.

Sinergi antarlembaga pemerintah kedua negara menjadi bagian penting dalam meningkatkan koordinasi, memperkuat komunikasi, serta mendorong efektivitas pelaksanaan kerja sama di berbagai bidang.

Pertemuan bilateral juga menjadi kesempatan bagi kedua negara untuk semakin memperkuat koordinasi dalam menghadapi berbagai tantangan bersama, khususnya di bidang hukum, keimigrasian, dan keamanan lintas negara.

Hubungan baik yang telah terbangun diharapkan dapat menjadi fondasi bagi pengembangan kerja sama yang semakin erat dan berkelanjutan.

Selain itu, kolaborasi yang berkelanjutan diharapkan dapat semakin meningkatkan efektivitas kerja sama sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara serta berkontribusi terhadap stabilitas dan keamanan kawasan.