NADIKABAR.COM — Duta Besar Indonesia untuk Kanada Muhsin Syihab mendorong ASEAN-Canada Free Trade Agreement (ACAFTA) memberikan manfaat komersial yang signifikan dan membuka peluang bagi dunia usaha, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Penandatanganan perjanjian hanyalah langkah awal. Nilai sebuah perjanjian ditentukan oleh implementasi dan manfaat nyata yang dirasakan pelaku usaha dan masyarakat kita. Mari kita pastikan Kemitraan Strategis ini menghadirkan peluang ekonomi yang nyata bagi dunia usaha dan masyarakat kita," kata Dubes dalam ASEAN Economic Symposium 2026 yang digelar di Ottawa, Kanada, Selasa.
Dalam siaran pers KBRI Ottawa yang diterima di Jakarta, Kamis, ia mengatakan perdagangan barang dua arah Kanada-ASEAN mencapai 52,4 miliar dolar Kanada (sekitar Rp663 triliun) pada 2025, naik hampir 24 persen dibanding 2024.
Namun, angka tersebut baru sekitar tiga persen dari total perdagangan Kanada dengan dunia, sehingga potensi kerja sama masih sangat besar.