NADIKABAR.COM — Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama pembangunan multilateral melalui mobilisasi modal swasta, percepatan implementasi program pembangunan, serta kebijakan pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas negara.

Dalam The 57th Joint Governors Meeting di Bangkok, Thailand, Suahasil menekankan pentingnya peran World Bank Group atau Grup Bank Dunia dalam mendorong investasi produktif dan menciptakan lapangan kerja berkualitas.

"Bagi Indonesia, prioritasnya sudah jelas, pembiayaan yang menarik investasi produktif, implementasi yang menghasilkan lapangan kerja berkualitas, serta kemitraan yang terus berkembang seiring dengan kebutuhan negara," ujar Suahasil, sebagaimana dikutip dari keterangan pers di Jakarta, Rabu.

Lebih lanjut, ia memaparkan tiga prioritas utama Indonesia dalam memperkuat kerja sama pembangunan internasional.

Pertama, mendorong mobilisasi modal swasta melalui penyediaan pembiayaan yang terjangkau untuk mendukung investasi produktif.

Kedua, mempercepat proses persetujuan dan pelaksanaan program pembangunan melalui penguatan kerja sama dengan Grup Bank Dunia.

Ketiga, menerapkan kebijakan graduation atau transisi status kelayakan dukungan pembiayaan yang tetap mempertimbangkan kepemilikan negara (country ownership) serta kesinambungan dukungan pembangunan.

Selain pembiayaan, Suahasil juga menyoroti pentingnya respons terhadap perubahan iklim dan bencana alam dalam agenda kerja sama pembangunan.

Menurut dia, aksi iklim dan kesiapsiagaan menghadapi krisis perlu dirancang secara praktis dengan mempertimbangkan kondisi serta kebutuhan masing-masing negara (country-driven).

Dalam hal ini, Indonesia mendukung implementasi Perjanjian Paris (Paris Agreement) serta berbagai upaya adaptasi perubahan iklim yang sejalan dengan penguatan ketahanan energi, keterjangkauan biaya, daya saing ekonomi, dan kesinambungan fiskal.