NADIKABAR.COM — Indonesia menegaskan pentingnya penguatan peran UNESCO dalam pelestarian budaya di tengah tantangan global yang muncul sebagai konsekuensi atas kemajuan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI) maupun perubahan iklim.
Seperti disampaikan Wakil Delegasi Tetap RI untuk Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) IGAK Satrya Wibawa dalam Sidang ke-225 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris, Senin (12/10), perkembangan teknologi AI di masa kini telah mengubah cara kebudayaan diciptakan, dilestarikan, dan disebarluaskan.
"AI harus tetap melayani kebudayaan, bukan mendefinisikan ulang identitas budaya tanpa partisipasi masyarakat pemiliknya," kata Satrya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.
Terlebih, lanjutnya, perkembangan teknologi AI menghadirkan tantangan baru terhadap keragaman budaya, autentisitas, kekayaan intelektual, dan hak kreator, di mana solusinya harus dicari bersama-sama.
Satrya mengamini besarnya potensi teknologi AI dan teknologi digital untuk pelestarian kebudayaan, salah satunya melalui pengalaman interaktif bagi generasi muda di museum, dengan tetap mempertahankan manusia sebagai pusatnya.