NADIKABAR.COM — Indonesia dan Kamerun mengembangkan proyek percontohan terkait pengolahan singkong yang diproyeksikan selesai dalam kurun waktu dua hingga tahun mendatang, kata Duta Besar Republik Indonesia untuk Kamerun Agung Cahaya Sumirat.

Proyek kerja sama pengolahan singkong di Kamerun itu merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU), yang ditandatangani antara delegasi bisnis asal kawasan Afrika Tengah dan pelaku usaha Indonesia, pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2025.

"Di Kamerun, singkong menjadi makanan harian masyarakat mereka. Jadi, mereka mengusulkan kerja sama dengan Indonesia supaya terjadi transfer of knowledge (transfer pengetahuan) dan teknologi. Sehingga, Kamerun akan memiliki kapasitas untuk memproduksi bagaimana singkong diubah, ditransformasi menjadi tapioka," kata Dubes Agung di Jakarta, Selasa (13/10).

Dalam gelaran TEI 2025 lalu, perusahaan rekayasa, pengadaan, dan konstruksi asal Indonesia, PT Asindo Tech, menyepakati proyek penyediaan teknologi dan fasilitas produksi pengolahan singkong senilai 15 juta dolar AS (sekitar Rp269,08 miliar) dengan Nego-Titans PLC asal Kamerun.

PT Asindo Tech juga menjalin kerja sama pembangunan pembangkit listrik biogas modular berkapasitas 1,5 megawatt (MW), senilai 3,2 juta dolar AS (Rp57,40 miliar), dengan Structural Lifeline Ltd di Chad.

Agung menuturkan pengembangan pabrik pengolahan singkong di Kamerun tersebut akan menggunakan bahan, keahlian, serta sumber daya manusia (SDM) dari Indonesia.

Dia optimistis kerja sama tersebut merupakan kesepakatan saling menguntungkan bagi para pelaku usaha kedua negara; yakni pengusaha Indonesia dapat berinvestasi di negara Afrika tersebut, sedangkan produsen singkong di Kamerun dapat meningkatkan produksi mereka untuk tujuan ekspor.

Agung sudah bertemu dengan menteri perekonomian Kamerun untuk membahas mengenai pengembangan proyek pengolahan singkong tersebut. Pemerintah Kamerun pun menyanggupi untuk menyediakan 4.000 hektar lahan bagi proyek tersebut, katanya.

Dukungan Pemerintah Kamerun terhadap proyek tersebut juga sangat besar. Menteri perekonomian Kamerun bahkan meminta pihak Indonesia untuk tidak sungkan menyampaikan jika terjadi kendala.

Para pelaku usaha Kamerun yang terlibat pun telah mengunjungi Indonesia beberapa waktu lalu untuk memperkuat rencana bisnis tersebut.

Dalam kunjungan itu juga dibahas lebih lanjut mengenai hasil pertemuan perusahaan Indonesia ke negara Afrika itu sebelumnya.

"Ini juga salah satu showcase (bukti), bahwa menurut saya posturing atau profiling (posisi atau profil) Indonesia di kawasan Afrika Tengah sangatlah positif," ujar Agung.

Kementerian Perdagangan RI mencatat nilai ekspor Indonesia ke Kamerun sebesar 29,2 juta dolar AS (sekitar Rp523,82 miliar) pada Januari-Agustus 2026, dengan nilai impor mencapai 108,2 juta dolar AS (sekitar Rp1,94 triliun).