“Palestina bukan hanya isu satu kawasan. Palestina adalah ujian untuk melihat apakah sistem multilateral dapat membela prinsip yang diciptakannya dan dapat menegakkannya di saat yang paling dibutuhkan,” tutur Sugiono.

Dia mengatakan meski dengan berbagai upaya mereformasi institusi internasional, hukum internasional tak boleh luput dari perhatian dan harus ditegakkan secara konsisten. Tegaknya hukum internasional juga akan menyelamatkan multilateralisme di dunia.

“Kedaulatan harus dihargai dan kolonialsme harus diakhiri,” katanya.

Kehadiran Indonesia dalam Sidang Majelis Umum PBB pada 2026 diwakili Menlu Sugiono sebagai kepala delegasi Indonesia yang sudah hadir di New York sejak Senin (21/9). Sebelum menyampaikan pernyataan nasionalnya pada Sabtu, Sugiono telah berpartisipasi dalam berbagai pertemuan tingkat tinggi maupun pertemuan bilateral.