"Alhamdulillah, emas pertama untuk Indonesia akhirnya datang dari bulutangkis beregu putra. Malam ini, di Aichi-Nagoya, Jepang, Indonesia Raya berkumandang dan Merah Putih berkibar," kata Todotua dalam keterangannya, Jumat (25/9/2026).

"Kepada para atlet, pelatih, dan seluruh tim bulutangkis, terima kasih. Kalian telah menjawab penantian Indonesia dengan perjuangan yang luar biasa. Ketika berada dalam posisi tertinggal, kalian tetap percaya, terus berjuang, dan akhirnya membalikkan keadaan. Ini adalah semangat yang ingin kita lihat dari seluruh Tim Indonesia," sebutnya.

Emas beregu putra kali ini juga memiliki nilai historis. Indonesia terakhir kali meraih emas pada nomor yang sama di Asian Games Bangkok 1998, ketika tim Merah Putih mengalahkan China 4-0 di final. Pada edisi tersebut, salah satu atlet yang mewakili Tim Indonesia adalah Taufik Hidayat yang saat itu masih berusia 17 tahun.

Dua puluh delapan tahun setelah ikut berjuang sebagai atlet yang membawa Indonesia meraih emas beregu putra pada Asian Games 1998, Taufik Hidayat yang kini menjabat senagai Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga itu, kini turut menyaksikan langsung generasi penerus mengulang pencapaiannya.

"Terima kasih atas kehadiran Pak Wamen dan Ketua PBSI yang tentu membawa semangat lebih bagi para atlet," lanjutnya.