NADIKABAR.COM β€” Pemerintah mempelajari pengalaman Toyota dalam membangun kapabilitas industri sebagai masukan untuk memperkuat daya saing industri otomotif nasional.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan inovasi yang bisa dikembangkan terutama melalui pengembangan teknologi, sumber daya manusia, hingga rantai pasok.

β€œToyota merupakan salah satu contoh terbaik bagaimana inovasi, penguasaan teknologi, pengembangan SDM, dan penguatan rantai pasok dapat membangun industri yang berdaya saing global. Pengalaman tersebut relevan bagi Indonesia dalam terus memperkuat industri manufaktur dan meningkatkan nilai tambah di dalam negeri,” ujar Susiwijono saat mengunjungi Toyota Commemorative Museum of Industry and Technology (TCMIT) di Nagoya, dikutip di Jakarta, Minggu.

Menurut dia perjalanan Toyota dalam mengembangkan kapabilitas industri relevan dengan upaya Indonesia saat ini dalam meningkatkan daya saing industri manufaktur.

Hubungan Toyota dengan Indonesia telah berkembang selama lebih dari lima dekade dan juga menjadi bagian dari perkembangan industri otomotif nasional.

Toyota Indonesia telah memproduksi 10 juta unit kendaraan, dengan lebih dari 3 juta unit di antaranya diekspor ke lebih dari 100 negara tujuan. Sementara itu, investasi Toyota Group di Indonesia telah mencapai sekitar Rp100 triliun dengan ekosistem yang melibatkan lebih dari 360.000 tenaga kerja.