NADIKABAR.COM — Indonesia dan Serbia sepakat meningkatkan hubungan bilateral ke tingkat yang lebih berorientasi pada perluasan kerja sama konkret di bidang ekonomi, hilirisasi industri, serta ketahanan pangan dan energi.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan Forum Konsultasi Bilateral (FKB) ke-5 antara Indonesia dan Serbia di Jakarta pada Sabtu (10/10).

"Dalam forum tersebut, kedua belah pihak menegaskan kembali komitmen sebagai sesama negara pendiri Gerakan Non-Blok (GNB) dalam memegang teguh prinsip kedaulatan dan integritas wilayah," kata Kemlu RI dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu.

Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kemlu RI Grata Endah Werdaningtyas, yang merupakan ketua delegasi Indonesia, memaparkan delapan misi pembangunan nasional atau Asta Cita, dengan fokus pada pembangunan infrastruktur, transformasi digital, serta penguatan ketahanan pangan nasional.

Sebagai produsen nikel terbesar di dunia, Indonesia secara terbuka mengundang Serbia untuk berkolaborasi dalam eksplorasi mineral dan hilirisasi rantai pasok kendaraan listrik.

Selain itu, Indonesia juga menyampaikan visi strategis untuk menjadi bagian dari ekosistem kecerdasan buatan (AI) global, termasuk pengembangan pusat data serta rantai pasok chip dan semikonduktor.

Di sektor perdagangan dan investasi, kedua negara mencatat tren positif dengan kenaikan rata-rata nilai perdagangan bilateral sebesar 20,62 persen dalam lima tahun terakhir (2021-2025) yang mencapai angka 53,6 juta dolar AS pada 2025.

Saat ini, nilai investasi Indonesia di Serbia tercatat sebesar 20,5 juta euro di sektor produksi mi instan dan jamur olahan, sementara investasi Serbia di Indonesia hingga semester pertama di 2026 telah mendekati angka 1 juta dolar AS.

Guna memaksimalkan potensi pasar di kawasan Eropa tengah dan timur, kedua delegasi menyepakati penjajakan pembentukan Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) serta menyelenggarakan joint economic commission untuk mendiversifikasi dan mendongkrak nilai perdagangan.

Pihak Serbia turut memuji inisiatif strategis Indonesia dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan proyek Giant Sea Wall, sekaligus menawarkan posisi Serbia sebagai hub strategis bagi pelaku usaha dan industri kreatif Indonesia yang ingin merambah pasar Eropa.

Selain penguatan pilar ekonomi, FKB ke-5 juga menyepakati perluasan kemitraan di sektor ketenagakerjaan melalui penjajakan kerja sama antar-pemerintah demi menjamin pelindungan hukum bagi pekerja migran Indonesia di Serbia.

Sebagai bentuk keberlanjutan dari dialog terstruktur itu, Indonesia dan Serbia menyepakati pelaksanaan FKB ke-6 di Serbia pada waktu yang akan ditentukan kemudian.