NADIKABAR.COM β€” Indonesia menilai kerja sama di bidang kota cerdas memberi peluang untuk meningkatkan kerja sama yang semakin konkret antara ASEAN dan Aliansi Pasifik, kata Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono.

β€œASEAN dan Aliansi Pasifik perlu konektivitas yang lebih kuat. Tidak hanya konektivitas fisik, tetapi juga konektivitas digital dan hubungan antarmasyarakat,” kata Sugiono dalam Pertemuan ke-9 tingkat Menlu ASEAN-Aliansi Pasifik di New York, Selasa.

Sebagaimana keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI di Jakarta, Rabu, Sugiono menekankan peningkatan konektivitas tersebut, yang dapat dipererat dengan kerja sama kota cerdas, adalah demi mewujudkan kemitraan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Ia mengungkapkan Indonesia melihat potensi untuk memperkuat jejaring antara kota-kota besar di ASEAN dengan kota-kota utama di negara anggota Aliansi Pasifik, yaitu Meksiko, Peru, Chile, dan Kolombia.

Melalui jejaring antarkota, ASEAN dan Aliansi Pasifik diharap memiliki ruang untuk mengembangkan kerja sama yang semakin praktis dan relevan dengan tantangan perkotaan.

Sugiono juga menekankan bahwa kemitraan antara kedua kawasan harus menghasilkan manfaat nyata dan membuka peluang baru bagi masyarakat.

β€œASEAN dan Pacific Alliance merepresentasikan dua kawasan yang semakin terhubung, baik melalui pasar, masyarakat, maupun berbagai peluang kerja sama,” tambahnya.

Ia pun mengapresiasi komitmen kedua kawasan untuk semakin meningkatkan keterbukaan ekonomi, khususnya menjelang dua dekade terjalinnya kerja sama antara ASEAN dengan negara-negara anggota Aliansi Pasifik.

Pertemuan ASEAN-Aliansi Pasifik yang berlangsung di sela-sela Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut dipimpin bersama oleh Thailand dan Meksiko yang mewakili masing-masing pihak.

Sektor kerja sama yang dibahas dalam pertemuan tersebut melingkupi bidang ekonomi, pendidikan dan kepemudaan, lingkungan hidup, dan pariwisata.

Menurut Kemlu RI, ASEAN dan Aliansi Pasifik telah meluncurkan inisiatif pembelajaran daring bersama untuk membahas pariwisata berkelanjutan pada 2025.

Indonesia juga menilai kemitraan antara sebelas negara ASEAN dengan empat negara Aliansi Pasifik menciptakan peluang besar bagi sumber pertumbuhan ekonomi dan penguatan hubungan antarmasyarakat di kedua kawasan, demikian Kemlu RI.