Menurut dia, situasi tertinggal dalam perolehan poin juga beberapa kali terjadi ketika mereka berlatih bersama Taufik/Ongkytama. Namun, kondisi tersebut tidak membuat mereka kehilangan keyakinan untuk mengejar ketertinggalan.

"Jadi, mau ketinggalan berapa pun, kita coba buat lebih fokus saja karena sebelum 21 itu masih ada harapan," ujarnya.

Senada dengan Rian, Daniel mengaku bersyukur bisa melewati pertandingan tanpa cedera dan meraih kemenangan.

Ia menyebut tekanan dari lawan mulai terasa pada akhir gim kedua hingga gim ketiga. Meski demikian, mereka berusaha terus mengejar poin dan menjaga permainan hingga pertandingan berakhir.

"Perasaannya senang, pastinya. Kami berdua pertama kali final Super 100 ini dan kami masih belum puas. Kami harus maksimal lagi besok di final dan semoga saja lancar jadi juara," ujar Daniel.

Sementara itu, pasangan Taufik Aderya/Alexius Ongkytama Subagio mengaku kecewa karena gagal memanfaatkan keunggulan pada gim penentuan.