Perubahan ini cukup signifikan setelah dalam beberapa hari sebelumnya kualitas udara Pekanbaru sempat memburuk akibat kabut asap yang dipengaruhi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah. Hujan menjadi salah satu faktor penting yang membantu menekan konsentrasi partikulat di udara.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Riau M Edy Afrizal mengatakan, turunnya hujan di sejumlah wilayah menjadi momentum positif dalam penanganan karhutla. Selain membantu proses pemadaman dan pembasahan lahan, hujan juga berdampak langsung terhadap kualitas udara.
"Curah hujan tentu sangat membantu, terutama untuk membasahi lahan dan menekan potensi munculnya titik api baru. Kualitas udara juga kita lihat membaik setelah hujan turun," ujarnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Akmadi mengatakan, membaiknya kualitas udara menjadi kabar baik bagi masyarakat. Namun, jajaran kepolisian bersama seluruh stakeholder tetap melakukan langkah pencegahan dan penanganan karhutla secara berkelanjutan.