Instalasi perahu hias itu didominasi warna emas dengan sentuhan hijau. Dekorasinya dirancang menyerupai suasana padang pasir, lengkap dengan pohon kurma buatan.

Selain mengutamakan bentuk dan detail, perahu juga dibuat cukup kokoh untuk menampung sekitar 20 penumpang dan akan dilengkapi mesin pendorong agar dapat berkeliling di area waduk saat festival berlangsung.

Pembuatan karya tersebut turut menjadi upaya memanfaatkan sampah yang ditemukan di aliran air. Donal menyebut, tim menggunakan sedikitnya 3.380 botol plastik bekas berukuran 1,5 liter dan 450 galon air mineral.

β€œMaterial itu sebagian besar dikumpulkan melalui kegiatan penyisiran sampah di 83 titik penanganan air di wilayah Kecamatan Cengkareng, mulai dari kali besar, saluran penghubung, hingga waduk,” kata Donal.

Namun, pengumpulan bahan baku menghadapi kendala karena kondisi kemarau membuat proses pengolahan dan pemilahan sampah dari sumbernya menjadi lebih sulit.