NADIKABAR.COM — Sebanyak 3.200 santri Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menggelar shalat istisqa untuk memohon hujan di tengah kemarau panjang yang berdampak pada ketersediaan air bersih dan kebutuhan pertanian, Kamis.

Shalat istisqa yang berlangsung di lapangan pondok pesantren tersebut diikuti santri putra dan putri, para pengajar atau asatidz, serta masyarakat sekitar.

Pimpinan Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar KH Muhammad Ihsan mengatakan, pelaksanaan shalat istisqa merupakan ikhtiar spiritual bersama untuk menghadapi kondisi kemarau yang dirasakan berlangsung lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya.

"Shalat istisqa ini kami laksanakan sebagai ikhtiar dan doa bersama karena kemarau tahun ini dirasakan cukup panjang. Kami berharap Allah SWT segera menurunkan hujan agar masyarakat dapat kembali memenuhi kebutuhan air dan lahan pertanian tidak terus terdampak kekeringan," katanya.

Ia menjelaskan doa bersama tersebut tidak hanya ditujukan bagi masyarakat Ponorogo, tetapi juga warga di berbagai daerah yang menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan.

Jamaah turut mendoakan para petani yang lahannya terdampak keterbatasan pasokan air agar hujan segera turun sehingga kebutuhan air rumah tangga dan pertanian dapat terpenuhi.

Ihsan berharap kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama masyarakat dalam menghadapi dampak kemarau.

"Kami berharap doa yang dipanjatkan ribuan santri, para asatidz, dan masyarakat ini dikabulkan Allah SWT. Semoga hujan yang membawa berkah segera turun di seluruh wilayah Indonesia sehingga kekeringan dapat teratasi," ujarnya.