"Budaya akan terus hidup ketika masyarakat merasa memiliki, mau mempelajari, mencintai dan mewariskannya kepada generasi berikutnya. Madiun Menari adalah milik masyarakat Kota Madiun," imbuh Bagus.
Madiun menari, kata Bagus, sekaligus bisa diadakan setiap sebulan sekali dan menjadi penanda dimulainya Spectra Night, ruang terbuka. "Bisa digelar rutin setiap bulan sebagai wadah masyarakat dan komunitas untuk berkegiatan secara positif, kreatif dan edukatif," tandas Bagus.
Madiun Menari menunjukan bahwa ruang kota dapat menjadi ruang ekspresi masyarakat. Ribuan warga dari berbagai latar belakang hadir dan bergerak dalam satu irama, menjadikan Kota Madiun sebagai panggung budaya bersama.
"Madiun Menari: 5.000 Warga Bergerak, Satu Kota Menjadi Panggung. Harapannya Madiun Menari menjadi awal tumbuhnya gerakan budaya yang terus hidup di tengah masyarakat. Spectra Night diharapkan menjadi ruang bersama yang hidup, aman, tertib, dan sekaligus memperkuat interaksi sosial masyarakat termasuk menggerakan UMKM," tandas Bagus.
Pantauan NadiKabar masyarakat yang mayoritas perempuan tampak dengan semangat menari. Dengan mengenakan pakaian adat dan juga pakaian santai kompak menari di sepanjang Jalan Pahlawan mulai selatan simpang empat traffic light gereja hingga tugu titik nol KK kota Madiun sekitar 500 meter.