NADIKABAR.COM — Legenda streetball Indonesia sekaligus pendiri (founder) King of Ballers Rico Lubis meyakini streetball Indonesia akan kembali berjaya sebagai platform alternatif baru bagi pemain bola basket yang belum memiliki akses mengikuti kompetisi seperti DBL, LIMA, dan IBL.

Keyakinan tersebut disampaikan Rico saat menjelaskan visi dan misi dibentuknya wadah King of Ballers yang nantinya menghadirkan pemain streetball dunia Matt Kiatipis (MK) ke Indonesia melalui rangkaian kegiatan yang mencakup coaching clinic dan pertandingan satu lawan satu (1v1) di Tangerang, Banten, Sabtu (3/10).

"Jutaan anak di Indonesia, mereka tidak bisa main di DBL karena mungkin putus sekolah maupun belum beruntung, pemain tingkat mahasiswa, dan dewasa tidak bisa bermain di LIMA maupun IBL, tetapi itu semua bisa diwadahi dalam streetball," kata dia di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, streetball memiliki ekosistem tersendiri dan pernah berkembang melalui berbagai kegiatan roadshow di sejumlah kota. Oleh karena itu, dia menilai pengembangan kembali streetball tidak perlu dimulai dari nol, melainkan melanjutkan fondasi yang sudah terbentuk.

Rico menyatakan dirinya dan tim telah mulai memetakan potensi pengembangan streetball di sejumlah daerah, terutama di luar Pulau Jawa. Dia menyebut nama Maulana "Lana Money Man" Siregar di Medan, Sumatera Utara, serta Andika di Banjarmasin masuk dalam jaringan yang akan membantu pengembangan.

Pria berumur 42 tahun itu juga mengingat kembali era roadshow yang pernah menjangkau 20 kota.

Rico menambahkan, saat itu vendor lokal, penyedia jersi, dan pemberitaan media ikut bertumbuh sehingga menjadi modal menghidupkan kembali atmosfer streetball untuk masa depan.

Dia juga berharap, kehadiran Matt Kiatipis (MK) dapat memberikan dampak lebih luas bagi bola basket khususnya streetball di Indonesia.

Selain tampil dalam agenda streetball, MK dijadwalkan memberikan coaching clinic yang berfokus pada fundamental permainan. Untuk pengembangan berikutnya, tim King of Ballers akan membawa MK berkeliling ke sejumlah daerah di Indonesia guna menginspirasi anak-anak dan remaja.

Terkait target tersebut, dia dan tim telah bersinergi dengan ekosistem bola basket profesional. Terbukti lokasi untuk turnamen 1v1 akan dilakukan di kandang salah satu klub Indonesian Basketball League (IBL) Dewa United Banten, yakni di Dewa United Arena, Tangerang pada Sabtu (3/10) malam.

Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa streetball dapat berjalan berdampingan dengan ekosistem bola basket yang sudah ada. Sebab tujuan utamanya adalah membangun platform baru yang memberi ruang, exposure, dan peluang bagi para pemain streetball di berbagai daerah.