NADIKABAR.COM — Pasangan para bulu tangkis Indonesia Rina Marlina/Subhan mengaku berhasil mengatasi tekanan akibat pengalaman kekalahan sebelumnya dari wakil China saat tampil pada final ganda campuran SH6 Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.

Rina mengatakan dirinya bersama Subhan masih dibayangi pengalaman kekalahan dari wakil China pada Paralimpiade Paris 2024 ketika memasuki pertandingan final di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jepang, Jumat.

Selain itu, pasangan China Lin Shuangbao/Zeng Qingtao yang mereka hadapi pada final tersebut juga pernah mengalahkan Rina/Subhan dalam kejuaraan dunia sebelumnya.

Namun, Rina/Subhan berhasil mengatasi tekanan tersebut dengan mengalahkan Lin/Zeng melalui tiga gim dengan skor 16-21, 21-11, 21-15 untuk mempertahankan medali emas ganda campuran SH6.

"Kami yakin kalau kami masih bisa mempertahankan juara kami pada (Asian Para Games 2022) di Hangzhou, dan alhamdulillah semuanya itu terwujud," kata Rina seusai pertandingan.

Rina mengaku lega karena mampu mengalahkan pasangan China tersebut dalam dua pertemuan pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.

"Di babak grup kami mengalahkan mereka dan bertemu lagi di final, alhamdulillah bisa mengalahkan mereka lagi," ujarnya.

Sementara itu, Subhan mengatakan kemampuan menjaga fokus dan ketenangan menjadi faktor penting dalam keberhasilan mereka bangkit setelah kehilangan gim pertama.

Menurut dia, dukungan penonton Indonesia di arena pertandingan juga memberikan motivasi tambahan untuk terus berjuang menghadapi tekanan lawan.

"Dukungan tadi sangat luar biasa, membuat tekad kami lebih kuat untuk jangan sampai kalah di set kedua, jangan down, harus bisa bangkit lagi," kata Subhan.

Keberhasilan Rina/Subhan menjadi salah satu dari tiga medali emas yang diraih tim para bulu tangkis Indonesia pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.

Dua emas lainnya dipersembahkan Leani Ratri Oktila/Hikmat Ramdani dari nomor ganda campuran SL3-SU5 serta Muh Al Imran/Suryo Nugroho dari nomor ganda putra SL3-SU5.