NADIKABAR.COM — Saat mendengar seseorang berteriak, biasanya sekitarnya akan mulai memperhatikan dan mencari tahu apa yang sedang terjadi. Respons tersebut muncul karena teriakan sering kali dianggap sebagai salah satu sinyal bahaya.

Ternyata, tidak selamanya teriakan merupakan tanda adanya bahaya yang mengancam. Berdasarkan salah satu studi, otak dapat membedakan hingga enam jenis teriakan mulai dari bahagia hingga ketakutan.

Awalnya, studi dilakukan dengan meneliti 12 relawan yang merupakan orang awam, dalam artian bukan aktor profesional yang terbiasa mendengarkan berbagai suara penuh emosi. Mereka dibawa ke ruangan penelitian yang telah dirancang untuk menyerap setiap gema.

Dikutip dari Earth, peneliti merekam 420 teriakan dari relawan yang selanjutnya dianalisis berdasarkan karakteristik suaranya. Sebelumnya, peneliti memperdengarkan sejumlah teriakan kepada relawan dan memberikan beberapa skenario untuk memperdalam suasana.

Studi membuat satu kelompok terpisah yang berisi 23 pendengar untuk menilai seberapa mengkhawatirkan setiap teriakan. Jenis teriakan ini adalah teriakan sakit (pain), amarah (rage), ketakutan (fear), kesedihan (sadness), kegembiraan (joy), dan kesenangan (pleasure).