Hasilnya, orang yang tidur dengan paparan cahaya lebih dari 3 lux mengalami penebalan dinding ventrikel kiri jantung dibandingkan mereka yang tidak terpapar cahaya pada malam hari.
Penebalan tersebut membuat ruang di dalam bilik jantung menjadi lebih sempit. Kemampuan otot jantung untuk mengembang saat berdetak juga mengalami penurunan, yang dapat menjadi tanda awal gangguan fungsi jantung.
Perubahan bentuk dan struktur jantung tersebut dikenal sebagai cardiac remodeling.
"Kita tidak ingin otot jantung menebal. Kita tidak ingin otot jantung menjadi kaku. Kita tidak ingin jantung menjadi terlalu besar," kata Dr Andrew Freeman, direktur cardiovascular prevention and wellness di National Jewish Health, yang tidak terlibat dalam penelitian.
Perubahan tersebut, menurut Freeman, dapat terjadi ketika seseorang terpapar cahaya berlebihan dan berpotensi mengalami kualitas tidur yang buruk.
Peneliti menemukan sekitar 24-49 persen dampak terhadap jantung dalam studi tersebut dapat dijelaskan oleh durasi tidur yang lebih pendek, yakni kurang dari lima atau enam jam.