NADIKABAR.COM — Lembaga riset independen Evident Institute Indonesia menyatakan wakil menteri dan wakil kepala badan Kabinet Merah Putih memiliki peran signifikan untuk mendukung citra kinerja lembaganya.

"Dalam negara demokrasi yang menempatkan kebebasan berpendapat, publik secara langsung memberikan penilaian mereka pada para wamen dan wakil kepala badan secara organik. Media massa memberikan porsi pemberitaan yang diproses melalui proses redaksi, sementara masyarakat melalui unggahan maupun tanggapan aktif di media sosial," kata Head of Research Evident Institute Antonius Ivan Sudibyo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Hal itu disampaikan Antonius saat merilis hasil analisis soal 10 wamen dan wakil kepala badan Kabinet Merah Putih yang memiliki citra baik di mata publik dan berkinerja signifikan bagi citra kinerja lembaganya.

Kegiatan bertajuk "Kajian Analisis Popularitas dan Sorotan Publik terhadap Wakil Menteri dan Wakil Kepala Badan Kabinet Merah Putih Periode 3 September 2025 – 3 September 2026" didapati wamen dan kepala badan memberikan efek citra yang signifikan terhadap lembaga mereka.

Antonius mengungkapkan reaksi penilaian oleh media dan masyarakat tersebut tak selalu bersifat positif. Hal ini terjadi karena tindakan negatif yang dilakukan oleh individu pejabat.

Kondisi ini menjadi alasan kuat mengapa wamen dan wakil kepala badan

Pada sisi lain, banyaknya jumlah wamen dan wakil kepala badan pada Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyebabkan kinerja baik yang telah dilakukan seolah tenggelam dalam ramainya pemberitaan negatif yang secara alami lebih menarik perhatian publik.

Evident Institute dalam analisis terhadap 63 tokoh dalam populasi kajian ini terdapat dua nama layak disorot lebih dekat karena portofolio jabatan bersifat vital, yakni penciptaan lapangan kerja lewat investasi dan komunikasi kebijakan pemerintah kepada masyarakat.

Pertama, Todotua Pasaribu, Wamen Investasi dan Hilirisasi/WakaKepala BKPM, mewakili sisi ekonomi yang capaiannya terukur lewat realisasi investasi dan penyerapan tenaga kerja.

Kedua, Angga Raka Prabowo, Wamen Komunikasi dan Digital (Komdigi), mewakili sisi komunikasi publik yang menjembatani kebijakan pemerintah dengan birokrasi dan masyarakat.

"Keduanya menjadi sampel yang relevan untuk menilai sejauh mana sorotan media berkorelasi dengan kinerja nyata pada dua urusan pemerintahan yang berdampak langsung ke masyarakat," ujar Ivan.

Todotua Pasaribu diidentifikasi sebagai kombinasi ideal antara legitimasi tulus dan popularitas organik, mencatat capaian institusional yang bersumber resmi.