Rivan Rinaldi mengembangkan produksi kacang koro pedang sebagai alternatif pangan lokal untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap kedelai impor. Lewat inovasi kacang koro pedang, Rivan membangun ekosistem pangan lokal dari petani hingga konsumen.

Rivan berinovasi dengan kacang koro pedang karena melihat kondisi Indonesia sangat tergantung pada kedelai impor untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional. Dia mencatat sekitar 90% kebutuhan kedelai Indonesia berasal dari impor, dengan kebutuhan lebih dari 2 juta ton per tahun.

Ketergantungan itu mendorong Rivan mengembangkan kacang koro pedang sebagai alternatif pangan lokal karena memiliki kandungan protein dan bergizi. Dari segi harga lebih murah dibandingkan kedelai impor sehingga berpotensi memberikan keuntungan lebih besar bagi petani.

Lewat budidaya yang baik, produktivitas kacang koro pedang dapat mencapai sekitar lima kali lebih tinggi dibandingkan kedelai, sehingga bisa memberikan peluang ekonomi yang menarik bagi petani.