Ketidakpastian pendapatan dan sulitnya mencari celah kerja di tanah kelahiran sempat membawa Angga mengadu nasib ke ibu kota. Ia menghabiskan waktu sebagai buruh pabrik di Jakarta. Namun, ketika kontrak kerjanya berakhir, ia terpaksa pulang dan kembali memegang tali kekang kuda di Kuningan.
Kini, di tengah hiruk-piruk kota yang merayakan hari jadinya, Angga hanya bisa berharap pada keberuntungan. Di tim redaksi aroma rumput dan derap langkah kuda di Purwawinangun, ia menyimpan mimpi untuk kembali mendapatkan pekerjaan yang lebih stabil, entah itu di perantauan atau di tanah sendiri.
"Merantau ke Jakarta 1 tahun sampai 2 tahun. Terus Habis kontrak di pabrik. Tapi sekarang mah udah di sini, kerja di sini aja. Ngarit, cari pakan saja. Semoga bisa kayak dulu lagi. Ya pengen mah pengen merantau lagi kalau ada kontrak lagi mah," pungkas Angga.