NADIKABAR.COM — Bersepeda kini semakin punya banyak wajah. Ada yang menggunakannya untuk berolahraga, pergi bekerja, berkeliling kota, mengikuti komunitas, sampai menjelajahi jalur wisata.

Perkembangan skena sepeda juga membuat pilihan jenis sepeda semakin beragam. Road bike, mountain bike (MTB), sepeda lipat, hingga gravel punya karakter masing-masing yang dirancang untuk kebutuhan dan medan berbeda.

Karena itu, memilih sepeda sebaiknya tidak hanya berdasarkan model yang terlihat menarik. Jenis medan, jarak tempuh, tujuan penggunaan, hingga kebiasaan bersepeda juga perlu dipertimbangkan.

Road bike untuk mengejar efisiensi di jalan raya

Road bike dirancang terutama untuk melaju di permukaan aspal. Ciri yang paling mudah dikenali adalah penggunaan setang melengkung atau drop bar dan ban yang relatif tipis.

Karakter tersebut membuat road bike cocok bagi pesepeda yang lebih sering berkendara di jalan raya dan menyukai perjalanan jarak jauh dengan kecepatan relatif tinggi.

Jenis sepeda ini juga dekat dengan kultur group ride, ketika sejumlah pesepeda berkumpul dan menempuh rute yang sama. Dalam skena sepeda perkotaan, road bike juga kerap digunakan untuk kegiatan akhir pekan maupun latihan.

Perkembangan road cycling sendiri tetap menjadi bagian penting dari olahraga sepeda secara global. UCI masih menjalankan kalender WorldTour dan Women's WorldTour pada 2026, menunjukkan bahwa disiplin jalan raya tetap menjadi salah satu bagian utama olahraga balap sepeda.

Namun, untuk pemula yang hanya membutuhkan sepeda untuk perjalanan santai di lingkungan sekitar, karakter road bike yang lebih berorientasi pada efisiensi mungkin tidak selalu diperlukan.

MTB untuk medan yang lebih menantang

Berbeda dengan road bike, mountain bike atau MTB dibuat untuk menghadapi medan yang lebih beragam, terutama jalur tanah, bebatuan, tanjakan dan turunan.

MTB umumnya memiliki ban lebih lebar dengan tapak yang dirancang untuk memberikan cengkeraman lebih baik. Sejumlah model juga dilengkapi suspensi untuk membantu menghadapi permukaan yang tidak rata.

Dalam dunia MTB sendiri terdapat berbagai disiplin, mulai dari cross-country, trail, enduro hingga downhill. UCI menjelaskan bahwa masing-masing format memiliki karakter medan, gaya berkendara dan kebutuhan sepeda yang berbeda.