Kedua, simpan bukti dan laporkan. Jika anak mengalami perundungan, pelecehan, atau menemukan perilaku yang tidak pantas, orang tua dapat membantu menyimpan bukti, seperti tangkapan layar atau riwayat percakapan, kemudian menggunakan fitur pelaporan yang tersedia di platform.
Ketiga, ingatkan anak bahwa ia tidak sendirian. Perundungan di dunia maya dapat semakin sulit dihadapi ketika anak merasa sendirian. Pastikan anak tahu bahwa mereka dapat bercerita kepada orang dewasa yang dipercaya, seperti orang tua, guru, atau konselor.
Orang tua juga dapat mengajak anak untuk memperhatikan dan menanyakan kabar teman yang mungkin mengalami perundungan online.
Keempat perhatikan perubahan perilaku. Orang tua dan keluarga perlu memperhatikan perubahan yang tidak biasa.
Beberapa perubahan yang biasa ditemukan pada anak-anak dengan masalah di ruang siber di antaranya seperti anak tiba-tiba menjauh dari teman atau gim yang biasanya mereka sukai, sering mengatakan merasa putus asa, mengalami perubahan suasana hati yang drastis, atau terlalu sering bermain hingga mengganggu waktu tidur.