NADIKABAR.COM — Roda nasib terus berputar, Veda Ega Pratama pun mengalaminya di lintasan balap. Setelah pekan lalu menempati posisi kedua di Moto3 Malaysia 2026, pekan ini Veda kena penalti di Moto3 Qatar 2026.

Veda kembali mendapat sorotan. Setelah pekan lalu meraih prestasi terbaik di ajang Moto3, kali ini justru jadi headline karena kena penalti.

Lantaran tidak mengindahkan sinyal bendera kuning dalam sesi free practice (FP) 1 Moto3 Qatar 2026, Veda harus turun enam peringkat pada saat start.

Dengan hukuman tersebut, Veda tidak mungkin start dari posisi satu hingga enam atau dua baris terdepan. Kendati demikian segala kemungkinan masih bisa terjadi dalam balapan.

Pekan lalu saja Veda bisa membuktikan kualitas dengan naik podium setelah start dari posisi kedelapan.

Veda sebenarnya datang ke Qatar dengan pikiran positif yang membuatnya optimistis. Selain podium di Malaysia, Veda juga menyukai trek di Lusail. Catatan tiga podium, termasuk dua juara di ajang Asia Talent Cup juga jadi dorongan yang membuatnya bersemangat balapan di kawasan Asia Barat ini.

Terbukti Veda selalu bisa bersaing dalam dua sesi pada hari pertama dengan menempati peringkat keenam di FP1 dan peringkat kelima saat practice.

Jarak waktunya tidak terlampau jauh dengan Maximo Quiles yang ada di posisi pertama dalam dua sesi tersebut, sama-sama di bawah satu detik. Bahkan pada sesi practice Veda hanya berjarak sekitar 0,3 detik di belakang Quiles.

Hukuman yang harus dijalani Veda juga bisa dipandang sebagai pembelajaran mengingat Moto3 2026 merupakan musim pertama pemuda 17 tahun itu bersaing di ajang Grand Prix.

Dalam konferensi pers yang berlangsung tengah pekan lalu, Veda tidak menjadikan posisi di akhir klasemen sebagai acuan pada musim debutnya. Yang jadi targetnya adalah bisa balapan dengan baik, meraih poin, dan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang sebelumnya ia buat.