NADIKABAR.COM — Popularitas Susilo Nugroho alias Den Baguse Ngarso lewat sitkom Mbangun Deso ternyata pernah dibayar mahal. Di puncak kariernya pada pertengahan 1990-an, ia menjadi korban hoaks yang membuat sejumlah jadwal pentasnya dibatalkan.

Susilo mengenang sekitar 1994-1995 beredar kabar bohong yang mengatasnamakan dirinya. Hoaks itu menyebutkan dirinya melontarkan guyonan yang menghina Presiden Soeharto saat itu melalui perumpamaan gambar pada pecahan uang rupiah.

Padahal, ia menegaskan tidak pernah mengucapkan kalimat tersebut, baik di atas panggung maupun di luar pertunjukan.

"Itu kena tidak hanya saya. Ada beberapa teman lainnya juga. Enam orang kena isu yang sama persis. Padahal enam-enamnya tidak pernah ngomong," kata Susilo saat ditemui detikJogja di kediamannya di Mantrijeron, Kota Jogja, Jumat (24/7/2026).

Menurutnya, guyonan yang dituduhkan itu justru tidak masuk akal jika diucapkan pada masa Orde Baru karena risikonya sangat besar.

"Wong itu ya ora (tidak) lucu kok. Zaman itu malah menakutkan. Ora cocok tim redaksi lucune karo risikone (tidak cocok tim redaksi lucunya dengan risikonya)," ujarnya.

Akibat kabar bohong tersebut, pekerjaan yang sudah dijadwalkan mendadak dibatalkan. Bahkan, belasan penyelenggara acara rela kehilangan uang muka yang telah dibayarkan karena takut mengundangnya tampil.

"Waktu itu saya lagi laris-larisnya pentas. Orang yang sudah kasih DP dan lebih baik kehilangan DP ada 12, yang sudah kasih DP lho. Yang belum kasih DP ya batal semua," tuturnya.

Tak hanya kehilangan pekerjaan, hoaks tersebut juga membuat banyak orang percaya jika dirinya dipenjara. Padahal, hal itu sama sekali tidak pernah terjadi.

"Bahkan teman saya ditanya orang, 'Kancamu sing jenenge Susilo kae dihukum pirang tahun?' Menyakitkan, nggak?" katanya.