Dalam pernyataannya, Ronaldo menegaskan tak pernah mengintervensi urusan teknis dari pelatih. Ia cuma merasa dibohongi, sehingga memutuskan cabut dari timnas.
"Saya memutuskan untuk meninggalkan kamp pelatihan tanpa menunggu janji lain yang takkan ditepati. Bagi saya, kebenaran tetaplah hal terpenting dalam hubungan antarmanusia. Betapapun menyakitkannya, saya ingin kebenaran itu disampaikan kepada saya," kata Cristiano Ronaldo dalam pernyataanya yang dibagikan di media sosialnya.
"Bahkan, dalam percakapan yang saya lakukan dengan presiden Federasi Sepak Bola Portugal dan pelatih pada pagi hari konferensi pers itu, Anda bisa memverifikasinya, saya meyakinkan mereka jika mereka tidak menginginkan kehadiran saya, mereka seharusnya mengatakannya kepada saya. Mereka hanya perlu jujur. Saya akan menerimanya dan berjanji kepada mereka bahwa kami akan mempersiapkan sesuatu yang luar biasa, seperti yang saya harapkan akan terjadi, dan tidak ada yang akan marah."