NADIKABAR.COM — Kontingen Indonesia masih mempunyai peluang menambah koleksi medali emas yaitu dari cabang sepak takraw dan padel yang melaju ke final Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Peluang itu muncul setelah perwakilan Merah Putih menyelesaikan pertandingan pada Jumat dengan tambahan satu medali perunggu.
Pada hari ke-14 pesta multi cabang olahraga terbesar di Asia itu, Kontingen Merah Putih menambah satu perunggu dari nomor kuadran putri sepak takraw.
Kusnelia dan kawan-kawan harus puas membawa pulang perunggu setelah takluk 0-2 (9-15, 4-15) dari wakil Thailand pada babak semifinal di Mizuho Park Stadium. Medali perunggu tersebut merupakan medali ketiga yang diraih Indonesia dari cabang sepak takraw dalam kejuaraan multi-cabang olahraga itu.
Meski tim putri gagal menembus final, sepak takraw Indonesia masih berpeluang menyumbang emas melalui tim kuadran putra yang melaju ke babak final setelah menundukkan wakil Myanmar dalam dua set langsung, 15-13, 15-9.
Muhammad Hadiansyah Muliang dan kawan-kawan akan menantang tuan rumah Jepang dalam perebutan medali emas pada Sabtu (3/10).
Selain sepak takraw, ganda putri Indonesia, Fitriani Sabatini/Fadona Kusumawati, juga melaju ke final cabang padel setelah menumbangkan wakil Filipina dengan skor 2-0 (6-0, 6-0).
Pada babak final, Fitriani/Fadona akan menghadapi wakil Jepang, Saki Tsukamoto/Kae Tokumoto, yang mengalahkan pasangan Indonesia, Novela Putria/Beatrice Gumulya, pada babak semifinal.
Kesuksesan tim sepak takraw dan pasangan padel tersebut membuka peluang bagi Kontingen Indonesia untuk menambah medali emas dan memperbaiki posisi di klasemen.
Indonesia masih tertahan di peringkat ke-14 klasemen sementara Asian Games dan hanya menambah satu medali perunggu, pada Jumat.
Sejumlah atlet Indonesia yang bertanding pada Jumat gagal meraih medali.
Tim recurve beregu putri cabang panahan tidak berhasil menambah koleksi medali, sedangkan pegulat putri Septi Putri Hidayat terhenti pada babak perempat final kelas 76 kg putri.
Tiga judoka Indonesia, yaitu I Made Sastra yang bersaing di kelas -90 kg putra, Indah Permatasari di kelas +78 kg putri, dan I Gede Agastya Darma Wardana di kelas +100 kg putra, terhenti pada babak 16 besar.
Selain itu, pebalap sepeda Ayustina Delia Priatna menyelesaikan perlombaan di peringkat kesembilan nomor omnium putri.
Atlet kano slalom Krisna Septiana juga gagal menembus semifinal nomor kayak cross putra setelah finis di posisi ketiga pada heat 1 babak perempat final yang diikuti empat atlet.
Rekan Septiana, Kadek Sintha, juga harus mengakhiri perjuangannya pada nomor kayak cross putri setelah finis di posisi ketiga dalam small final.
Dari cabang taekwondo, Muhammad Raiihan Fadhila terhenti pada babak perempat final nomor -80 kg putra. Sementara itu, tim hoki putri mengakhiri persaingan dengan menempati peringkat kedelapan.
Dengan tambahan satu medali perunggu, total medali yang telah dikumpulkan Kontingen Indonesia mencapai 35 medali, terdiri atas lima emas, delapan perak, dan 22 perunggu.