NADIKABAR.COM — Lembaga Southeast Asian Ministers of Education Organitation-Regional Centre for Food and Nutrition (SEAMEO-RECFON) merilis hasil kajian mengenai kondisi gizi anak di Indonesia. Temuan tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pemerintah terkait pemenuhan gizi anak.
Selain memetakan kondisi gizi, SEAMEO RECFON menyusun rekomendasi menu makanan bergizi dengan memanfaatkan bahan pangan lokal. Kajian tersebut menyatakan menu makan anak yang bergizi harus disesuaikan dengan menu lokal di setiap daerah.
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Direktur Program SEAMEO RECFON Dr dr Brian Sri Prahastuti yang juga merupakan pakar nutrisi dari Universitas MH Thamrin menanggapi soal kecukupan anggaran Rp10 ribu per porsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Nominal tersebut sebelumnya menjadi perhatian publik karena dinilai sebagian pihak sulit untuk mencukupi kebutuhan gizi anak. Namun, menurut Brian, pemenuhan gizi tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya anggaran dalam bentuk nominal.
Ia mengatakan pemanfaatan pangan lokal menjadi salah satu faktor penting dalam menyusun makanan bergizi dengan biaya yang tersedia.