dr Herbert menambahkan bahwa pemicu utama perdarahan pada pasien adalah ismosil atau niche, yakni kondisi bekas luka operasi sesar terdahulu yang tidak pulih secara sempurna di bagian dalam sehingga menyebabkan darah berkumpul dan keluar tidak teratur.

"Pada pasien ini kebetulan semuanya mendukung. Dari inklusi pendanaannya ada, pasien mau penanganan yang lebih komprehensif, waktu rawat lebih singkat, minimal invasif tercapai, presisinya bagus, dan alatnya di rumah sakit kami ada. Kebetulan semuanya mendukung, jadi cocok banget buat robotik," tutur dr Herbert.

Secara keseluruhan, proses operasi inti menggunakan sistem robotik memakan waktu sekitar 1,5 jam, dengan persiapan awal (prarobotik) sekitar 1 jam yang mencakup pembiusan, diagnostik awal melalui laparoskopi, dan pemasangan lengan robot (docking).

Salah satu keunggulan utama dari teknologi pembedahan robotik dan laparoskopi sebagai metode bedah minimal invasif adalah masa pemulihan pasien yang jauh lebih cepat dibandingkan metode konvensional (laparatomi).