NADIKABAR.COM — Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) menegaskan kembali kebijakan zero-tolerance yang tegas dan tidak dapat dinegosiasikan terhadap penggunaan api dalam pembukaan lahan.

RSPO Director of Assurance Aryo Gustomo menyatakan pihaknya terus memperkuat komitmen terhadap pencegahan kebakaran yang proaktif, standar yang ketat, dan akuntabilitas berbasis bukti.

Gustomo dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, menekankan peran penting persyaratan standar RSPO yang kuat serta sistem dan proses sertifikasi dalam mengatasi risiko kebakaran dan menjaga integritas rantai pasokan.

"Kebakaran hutan dan lahan merupakan ancaman serius bagi ekosistem, keanekaragaman hayati, dan masyarakat setempat, dan RSPO menangani setiap risiko dengan sangat serius," kata dia, dalam acara side meeting Road to RT RSPO yang diselenggarakan oleh SawitWatch, Yayasan Ekosistem Lestari (YEL), dan Satya Bumi.

Pelaku industri kelapa sawit global akan berkumpul di Jakarta dalam RSPO Annual Roundtable Conference (RT2026) pada 3-4 November 2026.

Dia menyatakan RSPO berperan untuk memastikan bahwa produksi minyak sawit berkelanjutan bersertifikat beroperasi di bawah aturan yang jelas, persyaratan tanpa pembakaran yang ketat, dan sistem jaminan yang kuat.