NADIKABAR.COM — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aeramo tetap memberikan pelayanan kesehatan di tengah kondisi darurat pascagempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bahkan, rumah sakit yang berlokasi di Kabupaten Nagekeo, NTT, melayani hampir 80 tindakan operasi di tengah keterbatasan pascagempa.

"Dengan dua ruang operasi yang tersedia, hampir 80 tindakan operasi telah dilakukan. Bahkan operasi tetap berlangsung pada saat gempa terjadi," ujar Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, saat meninjau langsung RSUD Aeramo, Rabu (9/9/2026).

Laka Lena membeberkan sebanyak 109 pasien menjalani rawat jalan dan 38 rawat inap di rumah sakit yang turut terdampak gempa magnitudo 7,7 pada 15 Agustus lalu. Ia pun mengapresiasi dokter maupun maupun tenaga medis yang tetap memberikan pelayanan medis kepada masyarakat.

"Termasuk operasi juga terus dilakukan menggunakan fasilitas sementara di halaman rumah sakit, setelah gedung utama terdampak gempa," kata Laka Lena.

"Pada saat gempa pun tetap melakukan operasi. Ini luar biasa. Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan yang tetap memberikan pelayanan dalam kondisi seperti ini," imbuhnya.

Laka Lena juga sempat meninjau langsung kondisi ruang operasi di RSUD Aeramo dalam kunjungannya tersebut. Ia menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) NTT segera memperbaiki fasilitas yang masih dapat digunakan.

"Kita berburu waktu dengan musim hujan. Karena itu, persiapan harus dilakukan sekarang," ujar politikus Partai Golkar itu.

Diketahui, gedung RSUD Aeramo, mengalami kerusakan akibat gempa bumi M 7,7 yang mengguncang Flores. Pascagempa, sejumlah pelayanan RSUD Aeramo terpaksa dilakukan di luar gedung menggunakan tenda dan fasilitas sementara.