NADIKABAR.COM — Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengatakan pemilihan umum di Venezuela "idealnya" digelar tahun depan, tetapi harus ada reformasi kelembagaan yang signifikan terlebih dahulu, menurut laporan The New York Times, Kamis (5/11).

Dalam wawancara di Gedung Putih, Rubio mengatakan AS sedang berupaya mendukung transisi Venezuela menuju demokrasi. Namun, dia menolak menjamin bahwa pemilu akan digelar sebelum Presiden Donald Trump mengakhiri masa jabatannya.

Menurut dia, pergantian anggota Mahkamah Agung dan dewan pemilu Venezuela, reformasi pasukan keamanan, serta kemajuan dalam restrukturisasi utang nasional merupakan prioritas utama.

"Saya rasa masyarakat akan senang dengan hasil akhir dan arah yang sedang ditempuh ini," kata Rubio seperti dikutip dalam laporan tersebut.

Rubio mengatakan negosiasi yang didukung AS antara pemerintah sementara dan perwakilan oposisi di Venezuela diperkirakan akan menghasilkan pembentukan Mahkamah Agung yang telah direformasi pada pertengahan Desember.

Para negosiator juga dijadwalkan bertemu pekan depan untuk membahas penunjukan anggota baru Dewan Pemilihan Umum, kata Rubio.