Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump melalui unggahan di media sosial pada 31 Agustus menyatakan Pulau Kharg sedang "hancur berkeping-keping". Unggahan tersebut turut disertai video yang dibuat menggunakan teknologi AI. Pemerintah Iran sebelumnya telah memperingatkan akan memberikan respons keras apabila pulau tersebut diserang.
Iran merupakan produsen minyak terbesar ketiga di tim redaksi negara-negara anggota Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC). Sebelum perang tim redaksi Iran dengan AS dan Israel, sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran dikirim melalui Pulau Kharg.
Namun, distribusi minyak Iran mengalami gangguan sejak AS memberlakukan blokade terhadap ekspor minyak negara tersebut pada pertengahan April lalu.