NADIKABAR.COM — Mendeteksi masalah kesehatan pada balita sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi setiap orang tua. Pasalnya, anak kecil seringkali susah menggambarkan gejala yang dialami dengan spesifik.

Saat anak mengeluh sakit perut, mengenali apakah itu sekadar masalah pencernaan biasa atau kondisi darurat seperti radang usus buntu bukanlah perkara mudah. Anak-anak yang belum lancar berbicara sering kesulitan menjelaskan di mana persisnya rasa sakit tersebut.

Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastrohepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr dr Himawan Aulia Rahman, SpA, Subsp.G.H.(K) memaparkan, untuk mendiagnosis usus buntu pada anak-anak memang membutuhkan kejelian ekstra.

Sebab, gejalanya sangat mudah mengecoh dan kerap dianggap sebagai gangguan pencernaan biasa.

Pada remaja atau orang dewasa, usus buntu umumnya memiliki pola gejala berurutan yang mudah dikenali, seperti menurunnya nafsu makan, muncul rasa nyeri di bagian tengah perut, sekitar pusar, atau ulu hati, muntah-muntah, dan nyeri yang perlahan pindah dan menetap di perut kanan bawah.