NADIKABAR.COM β€” Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Senin, bergerak melemah 2 poin atau 0,01 persen menjadi Rp18.149 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.147 per dolar AS.

Analis Doo Financial Lukman Leong memperkirakan rupiah bergerak datar seiring investor menantikan serentetan data ekonomi domestik pada siang hari ini.

β€œRupiah diperkirakan dibuka datar, dengan investor menantikan serentetan data ekonomi domestik siang ini, di antaranya inflasi dan perdagangan,” ucapnya kepada NadiKabar di Jakarta, Senin.

Inflasi diperkirakan sedikit naik dari 3,28 persen ke 3,3 persen, sedangkan neraca perdagangan diprediksi surplus 1,9 miliar dolar AS.

Di samping itu, sentimen lain berasal dari harga minyak dunia yang turun seiring harapan perundingan damai untuk mengakhiri perang AS dengan Iran.

Mengutip Sputnik, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei pada Sabtu (31/10) mengatakan bahwa Iran dan Amerika Serikat (AS) hanya akan menggelar perundingan jika Washington menerima tujuh syarat yang diajukan Teheran. Syarat-syarat tersebut berbeda dari ketentuan dalam nota kesepahaman Islamabad.

Dia menambahkan bahwa Iran harus "menghukum" AS. Menurut dia, jika hal itu tidak dilakukan, negara-negara lain mungkin akan beranggapan bahwa mereka juga dapat melancarkan serangan militer serupa terhadap Iran.

Kendati ada potensi perundingan, sentimen domestik umumnya disebut masih lemah karena sell off asing di pasar ekuitas. Mata uang Asia juga terpantau dibuka melemah. β€œSepekan lalu, asing net sell Rp3 triliun all market,” ungkap dia.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp18.100-Rp18.200 per dolar AS.