Presiden Iran Pezeshkian dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi turut hadir dalam pertemuan tersebut. Turkiye diwakili oleh Direktur Organisasi Intelijen Nasional Ibrahim Kalin, Arab Saudi diwakili oleh Menteri Pertahanan Pangeran Khalid bin Salman, dan Pakistan diwakili oleh Kepala Staf Angkatan Darat Asim Munir.

Selain itu, sebagaimana laporan Xinhua, Pentagon bersiap untuk meluncurkan operasi militer baru yang berpotensi berskala besar terhadap Iran "dalam waktu 96 jam setelah menerima" perintah dari Presiden AS Donald Trump. Menurut laporan tersebut, pasukan yang "memadai" kini telah dikerahkan di Timur Tengah untuk melaksanakan potensi serangan tersebut.

Beberapa pejabat AS meyakini bahwa perintah dari Trump dapat datang kapan saja sebelum akhir tahun (kemungkinan besar setelah pemilihan umum paruh waktu AS).