AS sendiri baru saja mengumumkan serangkaian sanksi baru terhadap Iran yang menyasar sektor perkeretaapian dan otomotif, serta sebuah jaringan perbankan bayangan yang diduga terkait dengan Rusia,
Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi terhadap dua produsen mobil terbesar Iran, Iran Khodro dan SAIPA, beserta sejumlah anak perusahaan mereka, serta perusahaan kereta api milik negara, Islamic Republic of Iran Railway Company, dan dua perusahaan kereta api lainnya.
Pihaknya juga memasukkan sektor otomotif dan perkeretaapian Iran ke dalam daftar sanksi sektoral, yang memungkinkan otoritas AS untuk menargetkan entitas atau individu mana pun yang beroperasi di industri-industri tersebut.
Selain itu, lanjut Rully, sentimen lainnya dipengaruhi perubahan dalam kabinet pemerintah, terutama mengenai pengelolaan energi dan komoditas.