“70 persen kenaikan 25 bps (basis points) di bulan Oktober dan lebih dari 50 persen kenaikan lagi di Desember,” ujar Lukman.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp17.800-Rp17.950 per dolar AS.
Analis Doo Financial Lukman Leong menilai pelemahan rupiah dipengaruhi harga minyak yang kembali melonjak pasca Iran meragukan kemajuan dalam perundingan perdamaian
“70 persen kenaikan 25 bps (basis points) di bulan Oktober dan lebih dari 50 persen kenaikan lagi di Desember,” ujar Lukman.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp17.800-Rp17.950 per dolar AS.
Pedoman Media Siber: NadiKabar.com berkomitmen mematuhi Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers Indonesia. Apabila ada hak jawab atau koreksi, silakan hubungi redaksi melalui kanal kontak kami.