NADIKABAR.COM — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Senin, bergerak melemah 25 poin atau 0,14 persen menjadi Rp17.783 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.758 per dolar AS.
Analis Doo Financial Lukman Leong menyatakan pelemahan rupiah dipengaruhi kenaikan imbal hasil obligasi AS.
"Rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah terhadap dolar AS di tengah naiknya imbal hasil obligasi AS oleh prospek kenaikan suku bunga The Fed yang memberikan tekanan pada BI (Bank Indonesia) menjelang RDG (Rapat Dewan Gubernur) BI Rabu (23/9) ini," ucapnya kepada NadiKabar di Jakarta, Senin.
Federal Open Market Committee (FOMC) memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan federal funds rate ke kisaran 3,75 persen hingga 4,0 persen pada hari Rabu (16/9/2026).