Meskipun tekanan inflasi masih persisten yang tercermin dari inflasi harga produsen AS atau Producer Price Index (PPI) yang mencatat kenaikan tercepat dalam lebih dari empat tahun, Fed Vice Chair for Supervision Michelle Bowman dan San Francisco Fed President Mary Daly mengindikasikan para pembuat kebijakan dapat menunggu tambahan data sebelum menentukan arah suku bunga pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) Oktober 2026.
Tercatat, PPI AS meningkat 1,3 persen MoM pada September 2026, melonjak dari 0,5 persen MoM pada bulan sebelumnya dan jauh di atas konsensus pasar sebesar 0,6 persen MoM. Secara tahunan, PPI meningkat menjadi 6,3 persen YoY dari 5,6 persen YoY.
βPerkembangan tersebut menegaskan masih kuatnya tekanan inflasi baik di sisi produsen maupun konsumen di AS,β ujar Josua.
Investor kini disebut menantikan pernyataan lebih lanjut dari Fed Chair Kevin Warsh untuk memperoleh petunjuk tambahan mengenai arah kebijakan moneter sebelum periode komunikasi terbatas (communications blackout) The Fed dimulai pada Sabtu (17/10).
βHari ini, rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp17.925βRp18.050 per dolar, di tengah sentimen risk-off setelah pengumuman MSCI,β ucap dia.