Mengutip Anadolu, inflasi AS yang diperkirakan akan meningkat akibat naiknya biaya energi, akan memberikan gambaran mengenai potensi arah kebijakan moneter Federal Reserve ke depannya. Estimasi pasar uang menunjukkan adanya kemungkinan sebesar 78 persen bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga bulan ini.

Sementara itu, Presiden The Fed New York John Williams menyatakan pandangannya bahwa bank sentral sebaiknya menaikkan suku bunga sekali lagi tahun ini, namun tidak memerlukan kenaikan lebih lanjut setelahnya, karena ia memperkirakan inflasi akan turun secara signifikan tahun depan.

Melihat sentimen domestik, obligasi pemerintah Indonesia bertenor pendek yang menguat membuat rupiah relatif stabil. Kendati begitu, obligasi tenor panjang terutama yang menjadi benchmark 10 tahun, disebut masih dalam yield yang naik dan memberi tekanan terhadap rupiah.