Data tersebut menunjukkan momentum ekonomi AS masih solid, lanjutnya, sementara tekanan biaya dan inflasi juga masih persisten sehingga ekspektasi terhadap kebijakan The Fed yang relatif ketat tetap terjaga.
Kondisi ini dinilai membuat dolar AS dan aset berbasis dolar tetap menarik, sehingga memberikan tekanan terhadap mata uang emerging markets, termasuk rupiah.
Melihat sentimen domestik, sentimen berasal dari keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen dan menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui optimalisasi berbagai instrumen moneter.